UPT Bahasa UIN SUNA Gelar Pelatihan TOAFL: Tingkatkan Kompetensi Bahasa Arab Mahasiswa Melalui Pretest

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Bahasa Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe sukses menyelenggarakan pelatihan TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) yang diawali dengan pelaksanaan pretest. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bahasa Arab mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tes standarisasi bahasa Arab.

Pelatihan yang berlangsung dengan antusias ini menghadirkan Pobri Rizky Yani, M.Pd., sebagai pemateri. Dengan pengalaman dan keahliannya di bidang pembelajaran bahasa Arab, Pobri memberikan pembekalan komprehensif kepada para peserta mengenai strategi dan teknik menghadapi tes TOAFL.

Pelaksanaan pretest di awal kegiatan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan awal peserta dan memetakan kebutuhan pembelajaran yang lebih spesifik. "Pretest ini sangat penting untuk mengetahui level kemampuan peserta sehingga materi yang diberikan bisa lebih tepat sasaran dan efektif," jelas Pobri Rizky Yani.

Dalam pemaparannya, Pobri menjelaskan berbagai komponen dalam tes TOAFL yang meliputi pemahaman teks (Qira'ah), tata bahasa (Qawa'id), kosakata (Mufradat), dan kemampuan mendengar (Istima'). Ia juga membagikan tips praktis untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab secara bertahap.

"Bahasa Arab bukan hanya bahasa agama bagi kita, tetapi juga bahasa ilmu pengetahuan. Menguasai bahasa Arab dengan baik akan membuka peluang lebih luas, baik untuk studi lanjut ke Timur Tengah maupun untuk memahami literatur Islam klasik," ujar Pobri memotivasi peserta.

Fadhlur Rahman, M.AppLing., Kepala UPT Bahasa UIN SUNA, menyambut baik antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan ini. "Sebagai universitas Islam, penguasaan bahasa Arab adalah keniscayaan. Melalui pelatihan TOAFL ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu lulus tes, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam menggunakan bahasa Arab," ungkapnya.

Para peserta tampak serius mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai strategi efektif dalam mempelajari bahasa Arab. Hasil pretest yang telah dilakukan akan menjadi acuan untuk mengukur progres peserta di akhir program pelatihan.

Salah seorang peserta, Fahmi, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. "Selama ini saya merasa kemampuan bahasa Arab saya masih kurang. Dengan pelatihan ini, saya jadi tahu kelemahan saya di mana dan bagaimana cara memperbaikinya," tuturnya.

UPT Bahasa UIN SUNA berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program pelatihan bahasa, baik bahasa Inggris maupun bahasa Arab, guna meningkatkan daya saing dan kompetensi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

 

 

Share this Post