Alumni UIN SUNA Dipercaya sebagai Dewan Juri Debat Bahasa Arab di Tarbiyah Fair
Pobri Rizky Yani, pengajar Bahasa Arab di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Bahasa UIN SUNA Lhokseumawe, dipercaya menjadi dewan juri dalam kompetisi Debat Bahasa Arab yang diselenggarakan dalam rangkaian acara Tarbiyah Fair. Kepercayaan ini menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi dan kapasitasnya dalam bidang bahasa Arab.
Tarbiyah Fair yang menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah menyelenggarakan berbagai kompetisi akademik, salah satunya adalah Debat Bahasa Arab yang menguji kemampuan mahasiswa dalam berargumentasi menggunakan bahasa Arab secara fasih dan sistematis.
Alumni UIN SUNA dengan Prestasi Akademik Cemerlang
Pobri Rizky Yani merupakan alumni UIN SUNA yang menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Lhokseumawe. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, ia melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, salah satu perguruan tinggi terkemuka dalam bidang studi Islam dan bahasa Arab di Indonesia.
"Saya sangat bangga bisa kembali berkontribusi untuk almamater. Perjalanan akademik saya dari S1 di UIN SUNA hingga S2 di UIN Malang memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan yang kini bisa saya bagikan kepada mahasiswa," ungkap Pobri Rizky Yani.
Latar belakang pendidikan yang kuat, baik di tingkat sarjana maupun magister, menjadikan Pobri Rizky Yani memiliki kompetensi yang mumpuni dalam bahasa Arab, baik dari segi teori maupun praktik. Pengalaman studinya di UIN Malang yang dikenal memiliki program studi bahasa Arab yang berkualitas semakin memperkaya wawasan dan keahliannya.
Pengajar Muda Berprestasi di UPT Bahasa
Sebagai pengajar Bahasa Arab di UPT Bahasa UIN SUNA Lhokseumawe, Pobri Rizky Yani dikenal sebagai pendidik yang kompeten dan inovatif dalam metode pengajarannya. Ia tidak hanya mengajar teori bahasa Arab, tetapi juga aktif mengembangkan keterampilan praktis mahasiswa dalam berbahasa Arab.
"Pobri adalah pengajar yang sangat menginspirasi. Beliau tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga aktif membimbing kami dalam berbagai kegiatan bahasa Arab. Metode pengajarannya sangat aplikatif dan mudah dipahami," ungkap salah seorang mahasiswa yang pernah mengikuti kelasnya.
Kepala UPT Bahasa UIN SUNA Lhokseumawe, Fadhlur Rahman, memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi Pobri Rizky Yani. "Kami sangat bangga memiliki pengajar seperti Pak Pobri yang tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga diakui oleh pihak eksternal sebagai ahli dalam bidangnya. Kepercayaan sebagai dewan juri ini adalah bukti pengakuan terhadap kapasitasnya," ujarnya.
Peran Strategis sebagai Dewan Juri
Sebagai dewan juri dalam kompetisi Debat Bahasa Arab di Tarbiyah Fair, Pobri Rizky Yani memiliki peran strategis dalam menilai kemampuan peserta dari berbagai aspek. Penilaian tidak hanya dari segi kefasihan berbahasa Arab, tetapi juga kemampuan berargumentasi, logika berpikir, penyampaian, dan etika berdebat.
"Menjadi juri debat bahasa Arab adalah tanggung jawab yang besar. Saya harus memastikan penilaian yang objektif dan adil, serta memberikan feedback yang konstruktif bagi peserta. Ini juga kesempatan untuk melihat sejauh mana perkembangan kemampuan bahasa Arab mahasiswa," jelas Pobri Rizky Yani.
Debat Bahasa Arab merupakan salah satu kompetisi yang menantang karena peserta harus mampu berpikir kritis dan menyampaikan argumen secara spontan dalam bahasa Arab. Hal ini membutuhkan penguasaan bahasa Arab yang sangat baik, baik dari segi kosakata, tata bahasa, maupun kemampuan komunikasi.
Kontribusi untuk Pengembangan Bahasa Arab
Keterlibatan Pobri Rizky Yani sebagai dewan juri dalam kompetisi Debat Bahasa Arab juga merupakan bentuk kontribusinya dalam pengembangan bahasa Arab di kalangan mahasiswa. Melalui perannya, ia dapat memberikan masukan dan evaluasi yang berharga bagi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa Arab mereka.
"Kompetisi seperti ini sangat penting untuk memotivasi mahasiswa dalam belajar bahasa Arab. Melalui debat, mahasiswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga belajar berpikir kritis dan menyampaikan pendapat dengan baik. Saya berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk mendalami bahasa Arab," ungkapnya.
UPT Bahasa UIN SUNA Lhokseumawe juga memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan pengajarnya dalam berbagai kegiatan eksternal yang berkaitan dengan pengembangan bahasa. "Kami mendorong para pengajar untuk aktif berkontribusi dalam berbagai forum dan kegiatan bahasa. Ini tidak hanya meningkatkan kapasitas mereka, tetapi juga membawa nama baik institusi," jelas Fadhlur Rahman.